10 Karakter Siswa TAUD IBNU ABBAS

TAUD Ibnu Abbas memiliki keunikan tersendiri dalam metode pengajarannya. Salah satunya adalah menerapkan 10 karakter siswa TAUD Ibnu Abbas. Berikut 10 Karakter Siswa Taud Ibnu Abbas :

1. Good Faith (Akidah Yang Bersih)

Akidah yang bersih atau benar adalah akidah yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah. Ibaran bangunan, akidah adalah pondasinya. Jika tidak kokoh maka robohlah semua. 
Allâh Azza wa Jalla berfirman:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allâh telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. [Ibrâhîm/14:24].

 

2. Right Devotion (Ibadah yang Benar)

Ibadah yang benar adalah ibadah yang sesuai dengan syariat Islam. Tanpa menambahkan maupun mengurangi tata cara ibadah.

 

3. Strong Character (Akhlak Yang Kokoh)

Anak yang memiliki akhlak yang kokoh dapat dilakukan dengan cara mengikuti akhlak Rasulullah. Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzab: 21)


4. Independent (Mandiri)

Sikap mandiri yang diajarkan Rasulullah adalah tidak bergantung pada orang lain. Jika si Anak dilatih kemandiriannya sejak kecil maka Ia akan tumbuh menjadi pribadi yang giat dan pantang menyerah. Sabda Rasulullah : 

عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ، مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا، فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ»

 

Artinya:  “dari Abu Ubaid, hamba Abdurrahman bin Auf. Ia mendengar Abu Hurairah berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Sungguh, pikulan seikat kayu bakar di atas punggung salah seorang kamu (lantas dijual) lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain, entah itu diberi atau tidak diberi.” (HR Bukhari)

 

5. Thinking Brilliantly (Memiliki Wawasan Yang Luas)

Wawasan yang luas adalah mendapat sebuah pengetahuan yang banyak dan kita bisa mengerti banyak nya hal yang ada di dunia ini. Hal ini sangat mempengaruhi perkembanagan Anak.

 

6. Physical Power (Tubuh Yang Kuat)

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan,” (HR. Muslim).

Artinya kecintaan Allah kepada makhluknya berbeda-beda, seperti kecintaan-Nya kepada mukmin yang kuat lebih besar daripada kecintaan-Nya kepada mukmin yang lemah. Karena orang yang kuat akan mampu berbuat lebih baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. (uii.ac.id)

 

7. Continence (Melawan Hawa Nafsu)

Jihad yang paling utama adalah jihad melawan hawa nafsunya sendiri. Syaikh ‘Abdur-Razaq bin Abdul-Muhsin Al-Badr –hafizhahullah– berkata :

”Jika kaum Muslimin melalaikan jihad melawan diri sendiri, mereka tidak akan mampu jihad melawan musuh-musuh mereka, sehingga dengan sebab itu terjadi kemenangan musuh terhadap mereka”


8. Well Organized (Teratur Dalam Urusan)

Segala suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh-sungguh, bersemangat , berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.

 

9. Giving Contribution (Bermanfaat bagi orang lain)

“Barangsiapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat. Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama muslim. Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya. Tidaklah sekelompok orang berkumpul di suatu masjid (rumah Allah) untuk membaca al-Qur’an, melainkan mereka akan diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para malaikat, serta Allah akan menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang ketinggalan amalnya, maka nasabnya tidak juga meninggikannya.”

(Hadits Riwayat Muslim, Shahîh Muslim, juz VIII, hal. 71, hadits no. 7028, dari Abu Hurairah RA.).

 

10. Well Time Management (Pandai Menjaga Waktu)

Waktu bagaikan pedang. Jika kita tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotong kita. Jika kita tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil) (islampos.com).

 

Mari cari tau lebih lanjut mengenai TAUD Ibnu Abbas? Yuk klik di sini.

Share :

Buka Chat
Assalamualaikum, Butuh bantuan?
Assalamualaikum. Ayah Bunda, salam kenal saya admin Zaara😊🙏

Terimakasih sudah berkunjung ke official website kami. Ada yang dapat kami bantu untuk info program TAUD IBNU ABBAS atau QUR'AN FOR KIDS?

Pilihan Program :
🌈TAUD IBNU ABBAS
(PAUD Based Al Qur'an)
•Kelas Online
•Kelas Offline

🌈 QUR'AN FOR KIDS
(Les Mengaji & Islamic Learning)
•Private Class Online
•Class Group Online
•Home Private
•Class Group Offline

Jika ingin Konsultasi dan informasi lebih lanjut Ayah Bunda dapat menghubungi kami melalui chat WhatsApp, Kami Tunggu kehadirannya..