Metode Mengajar Tahsin untuk Anak TK

Metode Mengajar Tahsin untuk Anak TK

Metode mengajar tahsin – Membaca merupakan salah satu perintah Allah yang terdapat dalam QS. Al-’Alaq. Dalam surat tersebut, terdapat kata Iqra’ yang artinya bacalah. Perintah ini diajarkan oleh Rasulullah kepada umatnya dengan membaca Al-Qur’an.

Sebagai umat muslim, kita wajib mengajarkan perintah membaca ini kepada anak-anak kita. Karena anak-anak inilah yang nantinya akan menjadi penerus generasi umat Islam. Ketika membaca Al-Qur’an, tentu kita harus menerapkan cara membaca yang benar atau secara tahsin. Begitu pula yang harus kita ajarkan kepada anak-anak kita.

Apa itu tahsin? Bagaimana mengajarkannya? Dan mengapa kita harus mengajarkan tahsin kepada anak? Temukan jawabannya dalam pembahasan berikut ini.

Pengertian Metode Tahsin

Metode mengajar tahsin adalah salah satu metode pembelajaran membaca Al-Qur’an yang banyak digunakan oleh pengajar.

Secara bahasa, tahsin artinya memperbaiki, menghiasi, membaguskan, memperindah, atau membuat lebih baik dari semula. Sehingga pengertian tahsin secara istilah adalah memperbagus bacaan Al-Qur’an agar sesuai dengan yang Rasulullah SAW contohkan.

Sebagai umat Islam, bisa membaca Al-Qur’an saja tidak cukup. Umat Islam harus mampu membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai dengan pelafalan yang sebenarnya. Nah, agar anak Anda terbiasa membaca Al-Qur’an dengan benar, mulailah untuk mengajari anak Anda membaca Al-Qur’an dengan metode tahsin dari sekarang.

Baca Juga : Cara Belajar Menulis Al Quran Untuk Anak TK

Apa Saja yang Dipelajari Menggunakan Metode Tahsin?

Apa saja yang akan anak pelajari dalam penerapan metode tahsin? Metode tahsin bertujuan untuk memperbagus atau memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Sehingga dalam prakteknya, anak akan belajar mengenai makhraj, sifat-sifat huruf, serta ilmu tajwid.

1.     Makhraj

Dalam membaca Al-Qur’an kita, termasuk anak-anak wajib membunyikan huruf sesuai makhrajnya. Makhraj sendiri adalah tempat keluarnya huruf saat kita membaca Al-Qur’an atau huruf hijaiyah. Dengan mempelajari makhraj huruf, anak mampu membedakan bunyi suatu huruf dengan huruf lainnya.

2.     Sifat huruf

Agar anak mampu membaca Al-Qur’an dengan benar, selain memahami makhraj huruf, anak juga perlu memahami sifat-sifat huruf hijaiyah. Sifat-sifat huruf inilah yang akan membedakan suatu huruf dari huruf lain walaupun berasal dari makhraj yang sama.

3.     Ilmu Tajwid

Anda tentu sudah tidak asing dengan istilah ilmu tajwid. Ilmu tajwid merupakan ilmu yang berguna agar anak mampu membaca Al-Qur’an sesuai kaidah yang benar. Ilmu tajwid mempelajari kapan suatu huruf harus dibaca panjang, pendek, berdengung, samar-samar, dan sebagainya.

Alasan Mengajar Tahsin untuk Anak TK

Mengapa kita harus menggunakan metode mengajar tahsin untuk mendidik anak membaca Al-Qur’an?

Tujuan metode mengajar tahsin sangatlah penting. Yaitu untuk memelihara Al-Qur’an dari kesalahan. Karena membaca Al-Qur’an tanpa tahsin kemungkinan akan merusak lafadz Al-Qur’an yang berujung pada perubahan makna.

Dengan alasan ini, kita sangat dianjurkan untuk mengajarkan dan anak untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sejak sedini mungkin. Dengan mengajarkan tahsin sejak sedini mungkin, anak akan terbiasa dan memahami cara membaca Al-Qur’an sesuai kaidah dan memelihara makna bacaan Al-Qur’an.

Memang tidak semua orang mampu menerapkan metode mengajar tahsin yang tepat kepada anak-anak. Oleh karena itu, Anda perlu selektif dalam memilih guru atau pengajar mengaji untuk anak Anda.

Jika anak Anda berusia 3-6 tahun, maka Anda bisa mendaftarkannya di Taud Ibnu Abbas. Taud Ibnu Abbas merupakan lembaga PAUD dengan basis Al-Qur’an. Sehingga Taud Ibnu Abbas tidak hanya mengajarkan materi pra sekolah, tetapi juga mengajarkan pendidikan agama kepada buah hati Anda termasuk membaca Al-Qur’an.

Taud Ibnu Abbas senantiasa mengenalkan serta menumbuhkan kecintaan anak kepada Allah, Rasulullah, serta Al-Qur’an sejak dini. Bukan hanya itu saja, Taud Ibnu Abbas juga mendidik anak agar berakhlakul karimah, senang menghafal Al-Qur’an, mampu bersosialisasi, mandiri, dan produktif sesuai fitrah anak.

Ciptakan keseimbangan pendidikan umum dan agama si kecil sejak dini bersama Taud Ibnu Abbas.